Section:

Al-Masyhur

Approx. 2 min read · Malay text

How should I read this archive record?

Older entries may combine published scholarship, family or community tradition, inherited terminology and historical interpretation. Uncited claims are a starting point for further source review rather than certification.

IN MALAY 

 

Yang pertama kali dijuluki (digelari) "Al-Masyhur"
adalah waliyyullah Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Syahabbuddin
Al-Ashghor
.

So’al gelar "Al-Masyhur" yang disandangnya, belum
ada kepastiannya. Sebagaimana diketahui menurut bahasa Arab "Masyhur"
berarti "Tersohor" atau "terkenal". Maka terkenal / tersohor
dibidang apakah gerangan Waliyyullah Muhammad b. Ahmad AI-Masyhur tersebut,
Wallahu A’lamu Bissawab

 

Waliyyullah Muhammad bin Ahmad Al-Masyhur dilahirkan di kota Tarim, dikaruniai
3 orang lelaki yang melanjutkan keturunan Beliau, masing-masing
bernama :

  1. Abdurrahman, keturunannya hanya berada di Malibar.
  2. Alwi, leluhur Al-Masyhur yang keturunannya
    ada di Indonesia berada di kota Surabaya.
  3. Abdullah, dikaruniai 4 orang lelaki, 2 diantaranya yang
    berketurunan, masing-masing bernama :

    1. Umar, leluhur Al-Masyhur yang ada di Tarim (Hadramaut)
      salah satu anak cucunya yaitu AI-Allamah Al-Habib Abdurrahman
      bin Muhammad bin Husein Al-Masyhur
      ; penulis kitab "Syamsuddahirah".
      Kitab tentang susunan Silsilah Nasab Alawiyyin, yang merupakan salah satu
      pedoman bagi Kantor Pusat Pencatatan Nasab Arrabithah Alawiyyin
      di Indonesia, yang sekaligus merupakan Nara Sumber yang terpenting dalam
      penyusunan Monogram Silsilah Nasab Alawiyyin beserta Buku Petunjuknya.
      Umar bin Abdullah bin Muhammad Al-Masyhur keturunannya selain berada di
      Hadramaut, berada pula di Malaysia dan di Indonesia (Jawa).
    2. Ahmad, satu-satunya anak lelakinya bernama Muhammad
      Al Zahir, Lehuhur qabilah "Al-Zahir"

Waliyyullah Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Syahabuddin Al-Ash’ghor pulang
ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun 1130 H.

 

Semoga Allah SWT memasukkan Beliau-Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya
bersama-sama para Nabi, para ‘syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin !.

 

This was taken by Permission of the Webmaster of Alaminjogja at http://www.alaminjogja.com 

 

Wassalam,

Haddad Alhaddad 

Archive note

This record is part of a developing archive. Dates, names and historical interpretations may require further source review. Spot an error? Suggest a correction.